“BERSYUKURLAH
ATAS KEGAGALAN”

Mengapa saya katakan bahwa kita harus bersyukur dalam kegagalan?
karena ketika gagal kita mampu melihat kembali
kebelakang mengenai apa yang telah kita lakukan dibelakang hingga saat
ini yang menyebabkan kegagalan menghampiri kita, apakah yang kita lakukan
selama ini telah benar adanya atau hanya setengah-setengah? Apakah pengorbanan
yang kita lakukan telah sungguh-sungguh ataukah hanya main-main saja? Apakah
niat yang kita tanamkan telah benar ataukah hanya sebagai pembenaran belaka?
Coba kita renungkan kembali.
Saat kita merenungkan kembali, disitulah kita mampu menyukuri
sebuah kegagalan. Seandainya kita berhasil dan pada saat yang sama kita
memiliki niat yang kurang bagus dan usaha yang biasa-biasa saja, maka kita
tidak akan tahu bagaimana seharusnya kita berjuang dengan sungguh-sungguh.
Disaat kita berhasil tanpa sebuah pengorbanan yang besar, maka hasil yang akan
kita rasakan juga tidak besar dan akan sangat terasa biasa-biasa saja. Mengapa
demikian? Karena perjuangan yang kita lakukan juga biasa-biasa saja.
Saya memiliki
cerita mengenai kegagalan saya dibidang yang saya cintai. Jadi ceritanya begini,
saya adalah orang yang sangat mencintai yang namanya Matematika. Jika sebagian
besar orang berpikir bahwa matematika itu sulit dan membosankan. Maka kedua
kata yang menjudge itu tidak berlaku bagi saya karena bagi saya
Matematika itu adalah hal yang menyenangkan dan saya suka itu. Akan tetapi,
kemujuran belum pernah berpihak pada saya karena saya belum pernah sekali pun
memenangkan perlombaan akademik di dalam bidang Matematika ini. Saya merasa
saya telah bisa mengerjakannya tetapi saya belum juga mendapatkan kata juara
tersebut hingga perlombaan matematika terakhir yang saya ikuti sebelum saya
benar-benar vakum dari dunia perlombaan akademik. Saya sempat berpikir untuk
dapat menjuarai OSN bidang Matematika, sayangnya saya tidak memiliki kesempatan
itu. Saya hampir putus asa dan tidak akan berharap lagi mengenai hal tersebut
karena saya yakin bahwa yang akan mewakili OSN tersebut adalah teman saya. Akan
tetapi, Tuhan berkehendak lain dan memberikan saya jalan untuk mengikuti OSN
dibidang Fisika. Awalnya saya tidak yakin dengan hal tersebut, tetapi saya teringat akan janji saya setahun
yang lalu bahwa saya akan membawa juara untuk OSN tahun berikutnya dan mungkin
ini adalah jalan saya. Saya kembali bangkit dan berusaha sekuat tenaga dan
semampu saya untuk dapat membuktikan hal tersebut. Hingga hari pengumuman tiba,
saya dinyatakan sebagai peraih juara pertama OSN bidang Fisika.
Terkadang,
seringkali kita terperosok dalam kegagalan dan sangat sulit untuk bangkit lagi
karena kita takut akan gagal kembali. akan tetapi, apakah kita akan mengetahui
seberapa dekat kita dengan kemenangan yang akan kita raih dan seberapa dekat
kita dengan kegagalan. Seandainya saja, pada saat itu saya menolak tawaran
untuk mengikuti OSN tersebut, mungkin saja saya tidak akan mendapatkan
kejuaraan itu. Seandainya saja, saya menolak tawaran tersebut makan saya tidak
akan tahu seberapa dekat saya dengan kemenangan.
Teman-teman
sekalian, seringkali kita lupa untuk bersyukur atas kegagalan yang telah kita
raih, kita menyalahkan kegagalan dan meninggalkannya tanpa berpikir bagaimana
bisa kegagalan itu terjadi. Kita lupa untuk bersyukur atas kegagalan tersebut, hingga
akhirnya kita lupa mengoreksi kejadian sebelumnya yang membuat kita kembali
mendapatkan kegagalan yang sama karena kesalahan yang sama. Itulah sebabnya,
kita harus bersyukur atas kegagalan yang pernah kita capai untuk memperbaiki
kegagalan yang telah terjadi.
So, cobalah
untuk menyukuri kegagalan apa saja yang pernah kita capai sebelumnya dan
cobalah memperbaikinya.
Dibuat oleh ZU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar