Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2022

Puisi_Cahaya Jiwa

 Cahaya Jiwa

Halloooooo... Balik lagi bersama aku yang senang menabung dan baik hati ini. Kali ini aku akan berbagi mengenai sebuah puisi perenungan bagi kita semua.. Yukk simak puisinya

 

Pahit ku rasakan

Telah aku saksikan

Jiwa-jiwa mulai berserakan

Berharap kasih dari Tuhan

 

Tergerak dari nurani terdalam

meraih asa dari sebuah peradilan

Meretas keterbatasan

Beratus harapan yang kau berikan

 

Uluran tangan bukan untuk sebuah pencitraan

saling mengenggam bukan sekedar  terlihat baik

Saling menjauh bukan berarti melepaskan

Semua hanya sebuah alur kehidupan

 

Sungguh

Telah aku saksikan bintang-bintang

Bersinar

Namun kilau suci hatimu mampu rebakkan air mataku

 

Berjarak demi menyelamatkan

berkorban demi setiap jiwa yang terancam

Terbelenggu di dalam kebimbangan

Melangkah kedepan demi kemaslahatan

 

Tanpa memilah

Tanpa memilih

Mengulurkan segala kemampuan

Memberikan segala kesanggupan

 

Demi seutas harapan

Membangkitkan segala kemungkinan

kala netra terpancar kebahagiaan

kala Lukis indah sebuah senyuman

 

Tangis

Canda

dan Tawa

Menjadi album indah dalam kenangan

 

Membayar semua yang ditinggalkan

Tunai sudah segala impian

Menjalin Sebuah rasa kemanusiaan

Menjadi cahaya peradaban

 

Jumat, 22 Juni 2018

Revolusi Diri


       Haii, kembali lagi denganku. kali ini aku akan ngepost sebuah karya tulis berupa puisi. sebenarnya puisi ini adalah puisi yang pernah aku ikutkan lomba, sayangnya puisiku belum beruntung dalam lomba tersebut. Jadi, daripada puisinya mubajir nggak digunakan. lebih baik aku post disini aja.
       Dalam puisi yang aku buat ini menceritakan tentang zaman sekarang yang penuh dengan kecanggihan tekhnologi yang terus menggerogoti sebagian moral bangsa. Dan di bawah ini adalah puisinya.

“Revolusi Diri”


Ketika bumi bermetamorfosa
Insan hayati ‘kan terus berorientasi
Medan magnetik ‘kan berputar dan terus bertranslasi
Mengangkat martabat tetapi menginjak harga diri
Membentuk robot-robot berwujud makhluk insani
Merevolusi yang bernyawa seolah mati

Tapi ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Kau ciptakan kloning massal, tapi kau hancurkan ragam hayati
Kau buat mesin substitusi, tapi kau musnahkan insan manusiawi
Kau layangkan tekhnologi, tapi kau putuskan tradisi
Kau kejar waktu hingga kau lupa diri
Kau kejar duniawi dan terus membohogi hati

Ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Kau hidup tidak sendiri
Kau mati pun tidak untuk dua kali
Kau bukan robot tanpa lelah
Kau perlu terlelap sementara jiwa tenang menghampiri

Karena ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Ciptakan bumi damai tanpa harus memutasi
Menaut tekhnologi membangun revolusi diri

Sebab ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Bertindak suci mengarungi samudera modernisasi

Aku harap setelah kalian membaca puisi ini, kita semua dapat menganalisis maksud dan makna yang terkandung di dalamnya. Dan semoga bermanfaat.

Salam Hangat Penulis.


Sabtu, 10 Juni 2017

puisiku.

Hi, kembali lagi dengan Zu. kayaknya hari ini bakalan banyak update  deh. soalnya lagi ngga ada jam sekolah lagi. walaupun belum libur sekolah, setidaknya ada waktu buat manfaatin wifi di sekolah. oops, cari kesempatan. kali ini aku bakalan bawaain postingan mengenai puisi.Berbeda dari puisi-puisi sebelumnya yang memiliki banyak diksi bertingkat. kali ini aku lebih menggunakan kalimat yang sesederhana mungkin agar kalian para readers bisa memaknainya.

Ini dia puisinya:

Di Balik Jendela Tua

Buaian mentari menusuk retina tajam
Menyapa indah membuka mata
Tatapan tajam disudut jendela tua
Terlihat berbinar menatap mentari di ufuk timur
Meramal jauh dari sang pemiliknya
Mendekat dan melekat didalam ingatannya
Teringat perpisahan singkat sebelum meninggalkan benua
Ku peluk erat didekapannya
Mencari kehangatan sejati dengan kasih dan sayangnya
Ku raih tangan kasarnya, lalu sujud tulus dihadapannya
Meminta restu dari keduanya
Mendarat jauh dari benua tercinta
Mengingat kejadian sebelum kepergianku dari nya
Kini...
Berdiri tegak diatas menara samping jendela
Menatap keluar menikmati dinginnya jalan nan indah
Uap nafas yang terlihat didepan kaca jendela
Ku hembuskan lagi tuk kedua kalinya
Lagi dan lagi tuk kesekian kalinya
Renungku...
Kelut pikir nan jauh didalam sana
Tak sangka ini adalah nyata didepan mata
Menguak kembali cita-cita masa lalu kala muda
Tak habis pikir, aku tiba jauh dari mata najwa
Membuat kalimat nyata disudut jendela
Didalam bekas hembusan yang belum juga hilang
Kutuliskan kisahku atasnya
Dinegeri orang dimana aku keluar dari sangkar ku.
Kutunjukkan atas apa yang memang sepantasnya

Aku tunjukkan siapa aku sebenarnya.



Jadi puisi diatas itu aku persembahkan untuk semua orang yang memiliki cita-cita yang luar biasa. Jangan pernah takut tuk bercita-cita tinggi teman, karena ketika cita-cita mu tulus, maka Tuhan akan memberikan hal terbaiknya tuk wujudkannya dan memberikan jalan termudah tuk kalian menggapainya. Semangatt dalam impiannya.....

Puisi_Cahaya Jiwa

  Cahaya Jiwa Halloooooo... Balik lagi bersama aku yang senang menabung dan baik hati ini. Kali ini aku akan berbagi mengenai sebuah puisi p...