Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juni 2017

Dengarkah kalian_KAU

Hiiiii..... Aku datang lagi hari ini dengan membawakan seuntai kalimat prosa yang baru saja ku buat. berkat workshop aku jadi sering ngetik, dan inilah karyanya.
 Kata-kata kali ini bertemakan tentang seseorang yang pergi jauh tuk menunggalkan orang-orang disekitarnya. Ia pergi dengan penuh keamarahan, dia meninggalkan semua tentang masa lalunya. Bahkan ia meninggalkan orang yang sangat mencintainya. aduhhh... terasa bagaimana gitu kalau aku yang berada di dalam sana. jangankan melupakannya nihh yaa, buat ninggalin jauh aja susah walaupun tujuannya tuk mencari Ilmu, Apalagi ini...hiks hiks☹☹
ok. kalau begitu langsung aja kita menuju ====>



Kau!
      Kau bagaikan sebuah udara. Kau datang dan pergi sesukanya. Kau tak peduli dengan orang diseberang sana. Kau selalu berpungut pada jiwa. Tidakkah bosan dengan kesunyian semata. Bersandar dibalik dinding layaknya orang tak bernyawa.Tidakkah kau lelah dengan semua sandiwara. Membuai jiwa dengan kalimat pujian gila. Aku tau kau tak akan peduli dengan ku. Tapi aku datang kemari hanya untuknya. Kau gila! Bahkan satu kata pun tak keluar dari mulut mu. Apalah dayaku tuk membujukmu kembali kepada nya. Tak inginkah kau memeluknya.

Begitu teganya kau tinggalkan ia sebatangkara. Tanpa ada teman yang menyelimuti hari-harinya. Sadarlah kau sebelum kau menyesal dihari tua. Ia hanya minta kau pulang. Sesekali kau jenguk ia. Sebelum ia yang meninggalkan kau. Dasar kau tau punya hati. Lelah ia menunggu kepulangan kau. Tapi kau tak juga kunjung datang tuk nya.

Sekarang lah harusnya kau beranjak dari lamunan nan hampa. Janganlah kau menjadi orang yang tak bermakna. Dimatanya kau sangat diharapkan. Tapi nyatanya kau tak menoleh sedikitpun untuknya. Taukah kau bahwa ia rela diambil nyawanya. Tapi pedulikah kau dengannya. Sungguh malang nasibnya ketika tau anak tercintanya durhaka. 

Kau. Kau begitu sempurna dimatanya. Kau begitu mengagumkan dihatinya. Kau terlalu sulit tuk dimengertinya. Kau begitu enggan tuk menyapanya. Kau begitu tinggi bersama ego. Kau terlalu sibuk dengan dunia yang kau miliki sendiri. Hingga kau lupakan semuanya. Kau tinggalkan semuanya. Kau sakiti mereka. Kau jatuhkan ia. Adakah sedikit saja namanya di hati kau. Apakah ada pertanyaan yang mendalam yang kau simpan. Tolong sampaikan padaku agar kau tenang. Tolong kabarkan padanya bahwa kau baik-baik saja. Sebab kau menghilang membuatnya sangat sengsara.

ok.. ok... tuh dia kata-kata yang baru aja aku buat. sorry bro kalau kurang cantik kata-katanya.

Sabtu, 10 Juni 2017

Belajar bikin Prosa

wow, sebelumnya aku mikir kalau prosa itu sama aja dengan puisi, tapii... ternyata oh ternyata prosa itu beda sama puisi. kalau puisi lebih pendek dari prosa. Puisi itu berbentuk kalimat memanjang kebawah sedangkan prosa itu berbentuk paragraf. Dan kemarin itu aku baru saja belajar membuat prosa, yaa susah susah gampang sihh.. okay yang namanya baru belajar yaa pasti ada hambatannya dan pastinya nggak sebagus penulis handal. Tapi jika sudah belajar labih banyak, insyaallah  hasilnya akan membaik. Dibawah ini merupakan hasil dari tulisan ku.

===>check it out<===

Kesederhanaan Bahagia
Bahagia itu sederhana. Bahagia itu tak pernah menuntut apapun. Bahagia itu ada dimana-mana. Bahagia itu selalu berada dihati ketika kita mampu merasakannya. Dengan bersyukur, bahagia akan datang menyapa. Dengan bersyukur bahagia pun akan turut mendampinginya.
Apa salahnya jika aku membuat standar kebahagiaan? Jika bahagia pun tak pernah menuntut apa-apa. Bahagia itu datang ketika hati mulai lapang. Bahagia itu mudah diwujudkan. Tapi mengapa? Mengapa banyak orang yang merasa tidak bahagia? Apakah karena mereka memang tidak bahagia ataukah mereka tidak bersyukur atas kebahagiaan itu?.
Banyak orang sederhana yang selalu merasakan bahagia. Hidup dirumah kardus pun tak masalah baginya. Tidur di sofa bumi pun tak menyingkirkan senyum indahnya. Mendapat sepiring nasi dan sepotong lauk telah mengembangkan senyum tiada tara. Padahal tak ada yang menjamin bahwa besok mereka masih dapat menikmatinya. Beralih dari tempat itu, tak melenyapkan senyumnya.Tertanam tulus dari rasa cinta penciptanya.
Bahagia itu terkadang tak masuk dalam logika. Bahagia mempunyai makna yang mungkin tak bisa dicerna dengan kasat mata. Bahagia itu terkadang seperti setan yang merasuki raga. Kadang tersenyum, kadang tertawa bahkan menangis yang tak tau apa sebabnya. Kita pikir bahagia itu seperti orang gila. Berbuat semaunya seperti tak ada hambatan baginya. Bahagia itu layaknya air yang mengalir di samudera. Terus mengalir tanpa ada yang menghambatnya. Bahagia itu tak akan sirna ditelan masa. Katika bahagia itu menyentuh jiwa, maka kita wajib mensyukurinya.

Puisi_Cahaya Jiwa

  Cahaya Jiwa Halloooooo... Balik lagi bersama aku yang senang menabung dan baik hati ini. Kali ini aku akan berbagi mengenai sebuah puisi p...