wow, sebelumnya aku mikir kalau prosa itu sama aja dengan puisi, tapii... ternyata oh ternyata prosa itu beda sama puisi. kalau puisi lebih pendek dari prosa. Puisi itu berbentuk kalimat memanjang kebawah sedangkan prosa itu berbentuk paragraf. Dan kemarin itu aku baru saja belajar membuat prosa, yaa susah susah gampang sihh.. okay yang namanya baru belajar yaa pasti ada hambatannya dan pastinya nggak sebagus penulis handal. Tapi jika sudah belajar labih banyak, insyaallah hasilnya akan membaik. Dibawah ini merupakan hasil dari tulisan ku.
===>check it out<===
Kesederhanaan Bahagia
Bahagia
itu sederhana. Bahagia itu tak pernah menuntut apapun. Bahagia itu ada
dimana-mana. Bahagia itu selalu berada dihati ketika kita mampu merasakannya.
Dengan bersyukur, bahagia akan datang menyapa. Dengan bersyukur bahagia pun akan
turut mendampinginya.
Apa salahnya
jika aku membuat standar kebahagiaan? Jika bahagia pun tak pernah menuntut
apa-apa. Bahagia itu datang ketika hati mulai lapang. Bahagia itu mudah
diwujudkan. Tapi mengapa? Mengapa banyak orang yang merasa tidak bahagia?
Apakah karena mereka memang tidak bahagia ataukah mereka tidak bersyukur atas
kebahagiaan itu?.
Banyak orang
sederhana yang selalu merasakan bahagia. Hidup dirumah kardus pun tak masalah
baginya. Tidur di sofa bumi pun tak menyingkirkan senyum indahnya. Mendapat
sepiring nasi dan sepotong lauk telah mengembangkan senyum tiada tara. Padahal
tak ada yang menjamin bahwa besok mereka masih dapat menikmatinya. Beralih dari
tempat itu, tak melenyapkan senyumnya.Tertanam tulus dari rasa cinta
penciptanya.
Bahagia itu
terkadang tak masuk dalam logika. Bahagia mempunyai makna yang mungkin tak bisa
dicerna dengan kasat mata. Bahagia itu terkadang seperti setan yang merasuki
raga. Kadang tersenyum, kadang tertawa bahkan menangis yang tak tau apa
sebabnya. Kita pikir bahagia itu seperti orang gila. Berbuat semaunya seperti
tak ada hambatan baginya. Bahagia itu layaknya air yang mengalir di samudera.
Terus mengalir tanpa ada yang menghambatnya. Bahagia itu tak akan sirna ditelan
masa. Katika bahagia itu menyentuh jiwa, maka kita wajib mensyukurinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar