Sabtu, 10 Juni 2017

Belajar bikin Prosa

wow, sebelumnya aku mikir kalau prosa itu sama aja dengan puisi, tapii... ternyata oh ternyata prosa itu beda sama puisi. kalau puisi lebih pendek dari prosa. Puisi itu berbentuk kalimat memanjang kebawah sedangkan prosa itu berbentuk paragraf. Dan kemarin itu aku baru saja belajar membuat prosa, yaa susah susah gampang sihh.. okay yang namanya baru belajar yaa pasti ada hambatannya dan pastinya nggak sebagus penulis handal. Tapi jika sudah belajar labih banyak, insyaallah  hasilnya akan membaik. Dibawah ini merupakan hasil dari tulisan ku.

===>check it out<===

Kesederhanaan Bahagia
Bahagia itu sederhana. Bahagia itu tak pernah menuntut apapun. Bahagia itu ada dimana-mana. Bahagia itu selalu berada dihati ketika kita mampu merasakannya. Dengan bersyukur, bahagia akan datang menyapa. Dengan bersyukur bahagia pun akan turut mendampinginya.
Apa salahnya jika aku membuat standar kebahagiaan? Jika bahagia pun tak pernah menuntut apa-apa. Bahagia itu datang ketika hati mulai lapang. Bahagia itu mudah diwujudkan. Tapi mengapa? Mengapa banyak orang yang merasa tidak bahagia? Apakah karena mereka memang tidak bahagia ataukah mereka tidak bersyukur atas kebahagiaan itu?.
Banyak orang sederhana yang selalu merasakan bahagia. Hidup dirumah kardus pun tak masalah baginya. Tidur di sofa bumi pun tak menyingkirkan senyum indahnya. Mendapat sepiring nasi dan sepotong lauk telah mengembangkan senyum tiada tara. Padahal tak ada yang menjamin bahwa besok mereka masih dapat menikmatinya. Beralih dari tempat itu, tak melenyapkan senyumnya.Tertanam tulus dari rasa cinta penciptanya.
Bahagia itu terkadang tak masuk dalam logika. Bahagia mempunyai makna yang mungkin tak bisa dicerna dengan kasat mata. Bahagia itu terkadang seperti setan yang merasuki raga. Kadang tersenyum, kadang tertawa bahkan menangis yang tak tau apa sebabnya. Kita pikir bahagia itu seperti orang gila. Berbuat semaunya seperti tak ada hambatan baginya. Bahagia itu layaknya air yang mengalir di samudera. Terus mengalir tanpa ada yang menghambatnya. Bahagia itu tak akan sirna ditelan masa. Katika bahagia itu menyentuh jiwa, maka kita wajib mensyukurinya.

Tidak ada komentar:

Puisi_Cahaya Jiwa

  Cahaya Jiwa Halloooooo... Balik lagi bersama aku yang senang menabung dan baik hati ini. Kali ini aku akan berbagi mengenai sebuah puisi p...