Jumat, 22 Juni 2018

Revolusi Diri


       Haii, kembali lagi denganku. kali ini aku akan ngepost sebuah karya tulis berupa puisi. sebenarnya puisi ini adalah puisi yang pernah aku ikutkan lomba, sayangnya puisiku belum beruntung dalam lomba tersebut. Jadi, daripada puisinya mubajir nggak digunakan. lebih baik aku post disini aja.
       Dalam puisi yang aku buat ini menceritakan tentang zaman sekarang yang penuh dengan kecanggihan tekhnologi yang terus menggerogoti sebagian moral bangsa. Dan di bawah ini adalah puisinya.

“Revolusi Diri”


Ketika bumi bermetamorfosa
Insan hayati ‘kan terus berorientasi
Medan magnetik ‘kan berputar dan terus bertranslasi
Mengangkat martabat tetapi menginjak harga diri
Membentuk robot-robot berwujud makhluk insani
Merevolusi yang bernyawa seolah mati

Tapi ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Kau ciptakan kloning massal, tapi kau hancurkan ragam hayati
Kau buat mesin substitusi, tapi kau musnahkan insan manusiawi
Kau layangkan tekhnologi, tapi kau putuskan tradisi
Kau kejar waktu hingga kau lupa diri
Kau kejar duniawi dan terus membohogi hati

Ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Kau hidup tidak sendiri
Kau mati pun tidak untuk dua kali
Kau bukan robot tanpa lelah
Kau perlu terlelap sementara jiwa tenang menghampiri

Karena ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Ciptakan bumi damai tanpa harus memutasi
Menaut tekhnologi membangun revolusi diri

Sebab ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Bertindak suci mengarungi samudera modernisasi

Aku harap setelah kalian membaca puisi ini, kita semua dapat menganalisis maksud dan makna yang terkandung di dalamnya. Dan semoga bermanfaat.

Salam Hangat Penulis.


Tidak ada komentar:

Puisi_Cahaya Jiwa

  Cahaya Jiwa Halloooooo... Balik lagi bersama aku yang senang menabung dan baik hati ini. Kali ini aku akan berbagi mengenai sebuah puisi p...