Haii, kembali lagi denganku. kali ini aku akan ngepost sebuah karya tulis berupa puisi. sebenarnya puisi ini adalah puisi yang pernah aku ikutkan lomba, sayangnya puisiku belum beruntung dalam lomba tersebut. Jadi, daripada puisinya mubajir nggak digunakan. lebih baik aku post disini aja.
Dalam puisi yang aku buat ini menceritakan tentang zaman sekarang yang penuh dengan kecanggihan tekhnologi yang terus menggerogoti sebagian moral bangsa. Dan di bawah ini adalah puisinya.
“Revolusi
Diri”
Ketika
bumi bermetamorfosa
Insan
hayati ‘kan terus berorientasi
Medan
magnetik ‘kan berputar dan terus bertranslasi
Mengangkat
martabat tetapi menginjak harga diri
Membentuk
robot-robot berwujud makhluk insani
Merevolusi
yang bernyawa seolah mati
Tapi
ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Kau
ciptakan kloning massal, tapi kau hancurkan ragam hayati
Kau
buat mesin substitusi, tapi kau musnahkan insan manusiawi
Kau
layangkan tekhnologi, tapi kau putuskan tradisi
Kau
kejar waktu hingga kau lupa diri
Kau
kejar duniawi dan terus membohogi hati
Ini
harga mati, bukan sekedar harga diri
Kau
hidup tidak sendiri
Kau
mati pun tidak untuk dua kali
Kau
bukan robot tanpa lelah
Kau
perlu terlelap sementara jiwa tenang menghampiri
Karena
ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Ciptakan
bumi damai tanpa harus memutasi
Menaut
tekhnologi membangun revolusi diri
Sebab
ini harga mati, bukan sekedar harga diri
Bertindak
suci mengarungi samudera modernisasi
Aku harap setelah kalian membaca puisi ini, kita semua dapat menganalisis maksud dan makna yang terkandung di dalamnya. Dan semoga bermanfaat.
Salam Hangat Penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar