The Power Of Thinking Big
setiap manusia mempunyai mindset tentang dirinya dan tentang lingkungannya. Berbicara mindset, mindset sendiri adalah sesuatu yang hadir antara pemikiran dari otak dan hati yang berkolaborasi menjadi sebuah keputusan-keputusan yang berarti untuknya. Baik itu semacam keputusan untuk melakukan hal baik maupun hal buruk dalam menghadapi kehidupan atau pilihan bahkan sebuah peristiwa yang memerlukan jangka waktu pendek untuk berpikir. Kita bisa melihat sebagai contoh ketika kita dihadapkan oleh sebuah kejadian dimana seseorang mengalami kecelakaan parah, dan di sekelilingnya tidak ada satupun orang yang lewat. Seketika kita yang melihatnya pasti berpikir, apakah kita akan menolongnya tetapi disuruh bertanggung jawab atau memilih pergi dari tempat perkara dengan membiarkan orang tersebut terkapar kesakitan? Hati nurani pasti akan berbicara sebagai kebaikan, sedangkan otak akan berpikir logika dan rasa ketakutan.
Sebagai manusia normal, jika melihat seorang mengalami kecelakana dan berpikir bahwa dia juga membutuhkan orang lain, maka refleks pribadi langsung menolongnya. Hal itu termasuk berpikir dan merefleksikan kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Setiap manusia pada dasarnya adalah manusia yang baik. Memang faktanya tidak semua manusia menunjukkan sikap baiknya karena setiap manusia lahir di keluarga dan lingkungan berbeda-beda yang mendukung pertumbuhan sikapnya sehingga menciptakan sikap dan perilaku yang terdapat pada dirinya. Namun, jika kebaikan berpikir dirinya lebih kuat, maka disitulah letak kekuatan berpikir yang akan menuntunnya ke arah yang lebih baik.
Pikiran yang baik adalah sebagai awal penentu hasil yang baik pula. Jangan pernah takut untuk berpikir positif tentang diri anda sendiri. Lingkungan hanya membantu anda untuk mengenali siapa teman-teman Anda, tetapi lingkungan tidak adapat membantu anda mengenali diri jika tidak kita sendiri yang melakukannya. Seringkali manusia berpikir bahwa lingkungan buruk akan membuat seseorang tersebut tumbuh menjadi orang yang memiliki pemikiran dan tingkah laku yang buruk.
Jarang sekali dari kita yang berpikir dari sisi lain mengenai lingkungan seseorang, kebanyakan dari kita hanya berpikir dengan satu sudut pandang sehingga kita tidak pernah menemukan sudut pandang lain yang jauh berbeda dengan sudut pandang negatif yang seringkali kita gunakan. Seperti halnya lingkungan yang mempengaruhi seseorang. Cobalah sesekali berpikir dengan sudut pandang positif mengenai lingkungan buruk untuk tumbuh kembangnya perilaku seseorang. Coba dari sekarang untuk menngunakan akal pikiran positif mengenai orang yang tinggal dilingkungan buruk. Orang yang tinggal di lingkungan buruk atau kurang baik belum tentu menjadikannya orang yang kurang baik pula, bisa jadi lingkungan tersebut malah menjadikannya seseorang lebih baik sebab lingkungan yang kurang baik mampu mengajarkannya untuk bersikap lebih gesit untuk menghadapi lingkungan tersebut.
Sekali lagi kita mengambil contoh, misalnya seorang anak muda yang hidup di tengah orang-orang yang suka mencuri. Coba bayangkan apa yang akan terjadi pada pemuda tersebut? Bisa jadi kebanyakan dari kita berpikir bahwa pemuda tersebut juga akan tumbuh menjadi seorang pencuri. Tapi apakah ada hal positif yang tertanam dibenak anda bahkan kita semua mengenai hal tersebut. Adakah yang berpikir bahwa pemuda tersebut tumbuh menjadi orang yang gesit dan penuh perhatian dan ketelitian serta kehati-hatian dalam menangani sebuah kasus? Mungkin sedikit dari kita yang berpikir seperti itu. Mari kita berpikir positif dengan pemuda tersebut, ketika lingkungannya seringkali digemparkan dengan kasus kehilangan, maka secara tidak sadar pemuda tersebut menjadi salah seorang yang menajamkan inderanya untuk waspada terhadap pelaku yang mungkin saja akan membuat pemuda tersebut menjadi korban, dengan itu pemuda tersebut semakin teliti terhadap gerak-gerik seseorang yang baik ataupun mencurigakan sehingga setiap hari ia selalu melatih kemampuan tersebut yang dapat diandalkan dalam kinerjanya sehari-hari. Ketelitiannya dalam melihat dan kehati-hatiannya dalam menghadapi masalah menjadikannya pemuda yang bertanggung jawab, baik atas dirinya maupun atas orang lain.
Sekarang saatnya kita mulai untuk melihat dari berbagai sudut pandang positif dan bukan hanya memakai satu sudut pandang yang akan membuat kita semakin tertinggal dan takut melakukan perubahan karena terpatok pada sudut pandang negatif yang seringkali digunakan untuk menganalisa ataupun memustuskan suatu permasalahan kehidupan. Hanya dengan berpikir positif dari berbagai sudut pandang dapat membuat berbagai permasalahan terselesaikan dengan rapi tanpa menambah permasalahan atau membuat individu sendiri merasa tertekan dan kemudian terjangkit stress. Bahkan semakin mudah melangkahkan kaki menuju tujuan yang sudah ada di depan mata.
"Setiap kesuksesan dan kebaikan ada di tangan orang-orang yang mau berpikir positif dari sudut pandang berbeda terhadap dirinya ataupun orang lain bahkan terhadap lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Karena setiap pemikiran positif membukakan celah positif dan menutup sudut pandang negatif yang mmpu menjatuhkan kita ke lembah kenistaan"
-Zu-
***
Hanya itu saja yang dapat saya baginya, beberapanya saya kutip dari buku 'The Miracle of Thinking Big'. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar