"Yang bahaya, bukannya punya cita-cita tinggi dan tidak tercapai. yang bahaya itu justru punya cita-cita rendah dan tercapai!" -Michelangelo-
Loh, kok bisa gitu sih???
Teman-teman semua pasti bertanya-tanya mengapa bisa seperti itu, kan yang bagus itu kalau cita-citanya tercapai???
Kebanyakan orang memang berpikir seperti itu karena kita menganggap apapun yang kita cita-citakan itu bisa disebut sukses jika tercapai. Akan tetapi kita tidak pernah melihat dan berpikir sebelumnya mengenai sebesar apa perjuangan kita terhadap cita-cita itu. jika kita biasa-biasa saja berarti cita-cita kita juga biasa-biasa saja. tidak mau 'kan jika dianggap biasa-biasa saja??? JELAS. Aku pun juga tidak mau jika dianggap biasa-biasa saja. Buatlah cita-cita kalian setinggi mungkin bahkan bisa dibilang mustahil, karena itu akan membuat kita bekerja lebih keras dalam mencapai cita-cita tersebut.
Ada cerita untuk teman-teman sekalian mengenai betapa penting cita-cita tinggi itu. Check it out>>>
Namanya Najat Belkacem, kelahiran 1977 di perkampungan miskin dan kumuh Bni Chiker, Maroko, anak kedua dari tujuh bersaudara. Keluarganya miskin. bahkan, sebagai anak perempuan kedua, dia harus membantu keluarganya menggembala kambing. di sela-sela waktunya menggembala kambing, Najat merenung, bermimpi dan bercita-cita menjadi kepala negara.
Anak miskin penggembala kambing di kampung kumuh di Maroko, bercita-cita menjadi kepala negara. siapa yang tidak menertawakannya? Namun, Najat tetap menggenggam impiannya dan bercita-cita. terus belajar dan kerja keras.
Saat Najat remaja, sang ayah memindahkan keluarganya ke Perancis. Dia pikir,kehidupannya di Perancis akan lebih baik dari sebelumnya. Kenyataan berkata lain. Ternyata, ada yang lebih buruk daripada "hidup miskin di negeri sendiri".... yaitu "hidup di negara orang". ayahnya hanyalah pekerja konstruksi bangunan. Mereka tinggal di daerah kumuh di sebuah hunian kecil yang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Ditambah, setiap hari mereka masih diledek sebagai "imigran".
Namun, Najat tetap percaya pada impiannya untuk menjadi kepala negara. Dan dia pun terus belajar dan kerja keras.
Begitu mahasiswa, Najat mendapatkan beasiswa ke sekolah tinggi politik terbaik di Perancis. setelah lulus, kariernya berkembang pesat. Dan kini, Najat berhasil mejadi Menteri Pendidikan Perancis.
Dari seorang anak penggembala kambing di Maroko, dia menjadi Menteri Pendidikan di Perancis. Apakah Najat akan mencapai cita-citanya sebagai kepala negara?
Kita belum tahu sekarang, tapi, yang jelas, dia sudah mencapai hal yang luar biasa dalam hidupnya. dan, itu semua karena dia bermimpi, percaya pada impiannya da bekerja keras untuk meraih impiannya itu.
***
So, apa yang dapat kita tangkap dari cerita tersebut??? JELAS.
Dari cerita tersebut dapat kita ambil bahwa cobalah untuk bercita-cita tinggi karena ketika cita-cita tinggi dan menyusahkan kita maka kita akan bekerja keras untuk mencapainya.
Bercita-citalah setinggi-tingginya karena itu akan membuat kita terobsesi dan bekerja keras seumur hidup untuk meraihnya.
Di Kutip dari buku Pambudi Sunarsihanto "Tink Different, Act Differently".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar