Senin, 27 Januari 2020

Okey, see you again...


Heart and Brain
Like Today and Tomorrow

Mengalir seperti air, mengikuti setiap langkah hati yang memberikan arah panah layaknya sebuah jarum kompas. Tak ada rasa untuk mencegahnya berkata dan bertindak, ataupun segala hal yang berusaha untuk menentang setiap keputusan yang di ambil olehnya. Cukup kata itu, HATI.
          Cukup, semua terasa begitu lambat dan bahkan tak bergerak, semua atmosfer yang menyelimuti dunia ini seolah berhenti ketika satu masalah tak terselesaikan dengan benar. Oh, ayolah. Hal yang begitu berarti seolah tak memiliki makna lagi, semua begitu berat seakan  melebihi masa gravitasi bumi, bahkan berkali-kali lipat. Tapi, tunggu. Sepertinya ada yang salah dengan ini semua, apakah aku terlalu bodoh ketika langkahku hanya mengikuti kata hati? Hei, Kau. Dimana kau sekarang? Otakku. Ya, benar. Dimana otakku? Mengapa ia menghilang.
          Terus aku melangkah tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi kedepannya, sayup-sayup terdengan berisik yang memekakkan telinga dan berharap aku kembali ke dunia nyata. Shit, langkahku terhenti ketika semuanya terasa gelap dan amat gelap. Gelap yang begitu pekat menghampiriku, rsa takut mulai berkecamuk di dalam kepala ku dan terus mengekori setiap langkahku. Aku panic dan kembali hati ini menyalahkan otakku dan meninggalkan ku dalam kegelapan yang begitu pekat ini. Ingin kembali rasanya mengumpat dan…..
          Brukk…
          Aku terjatuh ke dalam lubang yang begitu gelap.
          Kembali terdiam dalam suasana yang menggelitik dan ingin sekali aku tertawa dalam senyapnya dunia yang berasa begitu hampa, bahkan bagai tak ada desiran udara yang berlalu. Hening dalam kegelapan yang begitu pekat. Tenang. Ya rasa ini begitu…. begitu memilukan… Inikah rasanya jika hanya mengikuti kata hati dan melangkah tanpa berpikir? C’on, girl. You can do that, think to hard. Mari kembali berpikir, tentang apa saja yang telah kau lewati tanpa berpikir.  I think u can see, girl. Anything can’t be okay, right? So you have do that before you get something will be disturb you. Oh, sepertinya otakku kembali dalam diriku setelah sekian lama menghilang ketika aku lebih mementingkan hati dan rasa tanpa memperdulikan apa yang sedang di katakannya.
Kaki yang kembali melangkah, jiwa yang kembali pada alam sadar dan secercah cahaya membuat seberkas ingatan akan segala ambisi dan mimpi yang pernah hadir dalam diri. Mulai menghapus segala kenangan buruk tentang hari kemarin. Berusaha menguatkan diri dan menerima segala hal yang telah terjadi. Semua sudah terjadi dan hari ini adalah saatnya untuk menata hari esok. Hari ini adalah apa yang diperbuat dan dipirkan oleh hari kemarin. Oleh sebab itu, hari esok adalah apa yang diperbuat dan dipikirkan oleh hari ini
Ada saatnya kamu memerlukan hati, jangan sekali-kali kau tinggalkan otakmu karena keduanya saling melengkapi. Ketika sesuatu yang saling melengkapi itu kau pisahkan dengan alasan salah satunya lebih baik maka lihatlah akibatnya. Kau akan kehilangan arti. Makna akan hadir ketika keduanya kamu gunakan dengan baik dan sesuai fungsinya.
Penganalogian cerita di atas hanya salah satu dari berbagai cerita yang mampu mempengaruhi kehisupan kita yang seringkali hanya menggunakan salah satunya dan meninggalkan yang lainnya sehingga keduanya tak mampu tuk bersinergi dan melengkapi kekurangannya.
Begitu juga apa yang akan terjadi selanjutnya sesuai dengan apa yang kau lakukan dan pikirkan hari ini. Keduanya adalah satu cetakan yang sama, Jika hari esok adalah hasil dari sebuah kejadian sebelumnya, maka cobalah untuk melukis tempat terbaik di hari ini agar kiranya penyesalan yang akan datang dapat kau minimalisir.

Puisi_Cahaya Jiwa

  Cahaya Jiwa Halloooooo... Balik lagi bersama aku yang senang menabung dan baik hati ini. Kali ini aku akan berbagi mengenai sebuah puisi p...